Otak kanan.. kata Stephen Holland adalah ”animal brain”;
menganalisis lingkungan dengan mengerahkan kemampuan penglihatan dan
pendengaran untuk bertahan hidup. Nah, manusia punya bagian ini, tapi dia
diletakkan di otak bagian kanan. Katanya seperti itu. Maka kalau kita perhatikan,
potensi potensi otak kanan banyak sekali berkaitan dengan hal hal yang
berhubungan dengan insting, naluriah, fitrah, visual dan hal hal seperti itu.
Apa saja potensi otak kanan?
1. Penglihatan
Penglihatan pada bagian ini berkembang
dengan sangat baik. Dan pada manusia, dengan bantuan otak kiri, kita dapat
memberikan simbol (misalnya seperti nama) pada penglihatan visual tersebut.
Misalnya jika dikatakan kelinci, maka otak kanan akan mencari ilustrasi yang
tepat untuk kelinci dipikiran kita.
Kalau hewan tidak punya kemampuan
seperti itu. Mereka tidak punya kemampuan memberi nama atas sesuatu; tapi murni
hanya kemampuan visual semata. Kucing, ular dan hewan lainnya itu saling
mengingat dengan visual mereka didalam hati, bukan dengan nama. Yah, inilah
salah satu kelebihan yang Allah berikan kepada keturunan Bani Adam.. 
Dan Dia mengajarkan kepada Adam
nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para
Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu
mamang benar orang-orang yang benar!”
Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau,
tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada
kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana .”
Allah berfirman: “Hai Adam,
beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini.” Maka setelah
diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah
sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan
bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan ?”
(Qs Al Baqarah : 31 – 33)
2. Indra Spasial / Ke-Ruang-an
Indra spasial ini membaut kita bisa
melihat objek didalam pikiran. “Eye Mind” katanya. Ada dua macam indra spasial
1. Objek spasial yang memungkinkan bagi
kita untuk ‘memutar2′ objek dalam pikiran kita. Manusia menggunakan potensi ini
untuk membangun rumah, mendesain perhiasan, memperbaiki mobil, dan lain lain.
2. Navigasi spasial. Dengan kecerdasan
navigasi spasial, hewan bisa mengetahui dimana dia berada ketika berada di
lingkungan yang sangat luas; memastikan mereka tidak sedang tersesat dan tidak
buta arah. Manusia menggunakan kemampuan ini untuk menemukan mobil mereka di
tempat parkir raksasa, atau ketika di pusat perbelanjaan yang super besar.
Secara simbolis kita menerjemahkan lokasi menjadi sebuah peta, menunjuk dengan
jari, serta menggunakan lokasi dan nama jarak. Lebah, ternyata mencoba
men-simbolisasi sumber makanan kepada temannya yang lain dengan tari tarian,
ketika manusia cukup menyebutkan simbol tersebut dalam bentuk verbal “Dari
wisma akhowat RI, lalu ke perempatan menuju masjid Al Ashri, belok kiri, terus
saja, sebelum ada pertigaan disitu ada Warung Hasan disebelah kanan jalan,
masakan khas Sumatera..” hehe.. Misalnya seperti itu.
3. Irama
Hewan, berkomunikasi satu sama lain
dengan mengeluarkan suara ditambah irama irama tertentu. Mereka mampu
menganalisis melodi, interval, harmoni dan irama dari suara yang mereka terima.
Manusia, dengan bantuan otak kirinya bisa membuat yang jauuhh lebih kompleks
lagi.
4. Indra Tubuh
Ada lagi kemampuan Indra tubuh. Karena
otak itu ‘buta’ maka ia harus belajar tentang tubuh yang membawanya.
Proprioception adalah salah satu indra tubuh yang menggunakan sensor pada otot
untuk menginformasikan dimana posisi tungkai. Begini contohnya; jika seseorang
lemah pada bagian ini, maka seorang pemain piano akan salah memperkirakan
dimana jarinya akan mendarat, atau seseorang yang sedang senam tidak tahu
dengan pasti dimana posisi tungkai kakinya. Biasanya amat berguna ketika
berolah raga.
5. Memori
Ternyata, (kata Stephen Holland) proses
terjadinya memori ini masih belum banyak diketahui. Setidaknya, yang diketahui
adalah proses memori terjadi di Temporal Lobus. Dan untuk Temporal lobus bagian
kana, memorinya bersifat Visual dan suara suara non verbal (irama dan musik,
bukan bahasa verLbaL). Ada beberapa macam memori,
1. Memori Wajah. Sejak kecil, kita
sudah melihat banyak sekali jenis jenis wajah, dan otak mulai memperlajari
bagaimanakah wajah ‘rata rata’ itu. Otak pun mengingat seseorang dengan lebih
spesifik berdasarkan perbedaan mereka dari wajah rata rata. Hal sama terjadi
juga sama hewan. Mungkin manusia kalau melihat sapi itu mukanya akan sama saja.
Tapi kalau sapi, melihat teman2 nya akan berbeda2.
2. Memori Emosi adalah fitur spesial
dari bagian depan Temporal Lobus. ia seperti memberi label emosi pada memori
kita untuk membedakan mana memori yang lebih penting. Inilah ternyata salah
satu dasar terjadinya trauma, phobia, prasangka2 yang bersifat rasis/kesukuan.
Kalau hal ini menimpa kita ketika kecil, maka akan sulit sekali dihilangkan
ketika dewasa
6. Area Kreatif dan “Go” atau
“Action” area
Jenis kreatif disini tergantung dari
jenis talenta yang mana ia lebih kuat. Misalnya ada seseorang lebih kreatif
dalam hal dance, atau mungkin seni, mungkin juga masalah musik, atau
arsitektur.. macam macam.
Di area ini juga terdapat pusat “Go”
atau “Action”; bersegera bergerak atau merealisasikannya. Inilah inti dari buku
buku tulisan Pak Ippho Santosa. Salah satu himbauan beliau adalah, berpikir
dengan otak kanan yaitu, segera laksanakan, action, tidak usah terlalu banyak
mikir; Bagus sekali.
Banyak sekali dalam agama ini perintah
untuk menyegerakan melakukan segala amal shalih dan kewajiban.. menyegerakan
berbuka, menyegerakan menikah, menyegerakan melakukan kebaikan.. dan para nabi
adalah orang orang yang paling bersemangat untuk melakukan kebaikan..
”Sesungguhnya mereka adalah orang-orang
yang bersegera dalam mengerjakan berbagai macam kebaikan,” (Qs. Al Anbiya :
[21] 90)
“Bersegeralah menuju ampunan dari Rabb
kalian dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi dan dipersiapkan untuk
orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imran: 133)
“Berlomba-lombalah kalian dalam
kebaikan.” (QS. al-Ma’idah: 48)
Ibnu ‘Umar berkata, “Kalau engkau
berada di waktu pagi jangan sekedar menunggu datangnya waktu sore. Kalau
engkau berada di waktu sore jangan sekedar menunggu datangnya waktu pagi.
Manfaatkanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Dan gunakanlah masa
hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Bukhari. 6053, Kitab ar-Raqaa’iq
7. Area Peng-hambat-an; NO area
Area ini terletak di bagian bawah Lobus
Frontal. Tugasnya adalah menghambat area ‘Go” atau “action” diatas, untuk
menyeimbangkan dan mencegah seseorang melakukan hal hal berbahaya. Inilah yang
membantu kita belajar mana yang benar mana yang salah, mengedepankan hati
nurani, dan belajar sopan santun.
jika area ini ‘lemah’ dan tidak
berkembang dengan baik, maka akan tercipta manusia dengan kontrol diri yang
rendah, bahkan anti sosail dan berperilaku kriminal;premanisme dan dapat
membahayakan orang lain.
Sebaliknya jika area ini ‘kuat’, maka
seseorang akan cenderung untuk menepis datangnya ide ide baru dan sugesti,
sehingga menjadi pribadi yang over – pretected terhadap dirinya sendiri.
8. Premotor area
Area ini, adalah area tempat kecerdasan
gerakan gerakan yang melibatkan otot. Misalnya, belajar gerakan2 seperti dansa,
gerakan mengayunkan raket, atau terampil mengocok kartu, dan gerakan gerakan
semisal. Menariknya, keterampilan ini dapat dipelajari secara mental. Maksudnya
dipelajari dengan membayangkan saa. Saya pernah dengar, ada seorang narapidana
yang ketika dipenjara dia belajar bermain golf tanpa stik golf. Ketika ia
keluar dari penjara, dia sungguh sungguh bisa bermain golf. Practicing mentally
Jika area ini kuat, maka seseorang
dapat mempelajari gerakan gerakan yang kompleks dalam waktu yang singkat.
Sedangkan jika area ini ‘lemah’ maka seseorang akan lambat belajar, dan butuh
latihan yang lebih banyak.)
1. Relational [Orientasi pada
hubungan hubungan]
2. Spacial [orientasi ruang dan
bentuk/dimensi]
3. Musical [kemampuan mengerti
musik]
4. Accoustic [Kemampuan
Menyerap Bunyi]
5. Holistic [Pandangan yang
menyeluruh]
6. Multiple [Kecenderungan
Penggandaan]
7. Artistic [Orientasi pada
Keindahan]
8. Symbolic [Orientasi pada
simbol simbol]
9. Imaginative [Kecenderungan
berimajinasi]
10.
Simultaneous
[Kecenderungan secara tetap]
11.
Continuous
[Tindakan yang berlanjut]
12.
Emotional
[orientasi pada otak emotional]
13.
Sensuous
[Orientasi pada 'Rasa']
14.
Intuitive
[Orientasi penggunaan intuisi]
15.
Creative
[Orientasi pada kreatifitas]
16.
Minor-Quit
[kecenderungan selalu bergerak]
17.
Timeless
[tidak terikat dengan waktu]
18.
Spiritual
[Orientasi pada kejiwaan]
19.
Divergent
[Kecenderungan berbeda]
20.
Metaphoric
[kemampuan pada hal tak kasat mata]
21.
Qualitative
[Orientasi pada kualitas]
22.
Subjective
[orientasi pada proses]
23.
Receptive
[Orientasi pada sikap membuka diri]
24.
Horizontal
[orientasi pada pemikiran menyamping]
25.
Synthetic
[Kecenderungan Meniru]
26.
Concrete
[Kecenderungan pada hal konkrit]
27.
Facial
Recognition [kemampuan pengenalan tampilan]
28.
Comprehensive
[Orientasi berfikir luas]
29.
Impulsive
[kemampuan bertindak tanpa rencana]
30.
Ezistential
[kemampuan menampilkan diri]
31.
Perception
of Abstract pattern [persepsi pada pola pola abstract]
32.
Recognition
of Complex Figure [Pengenalan pada pola yang kompleks]

0 komentar:
Posting Komentar