Selasa, 06 Desember 2011

Potensi Otak Kanan


Otak kanan.. kata Stephen Holland adalah ”animal brain”; menganalisis lingkungan dengan mengerahkan kemampuan penglihatan dan pendengaran untuk bertahan hidup. Nah, manusia punya bagian ini, tapi dia diletakkan di otak bagian kanan. Katanya seperti itu. Maka kalau kita perhatikan, potensi potensi otak kanan banyak sekali berkaitan dengan hal hal yang berhubungan dengan insting, naluriah, fitrah, visual dan hal hal seperti itu.
Apa saja potensi otak kanan?
1.   Penglihatan
Penglihatan pada bagian ini berkembang dengan sangat baik. Dan pada manusia, dengan bantuan otak kiri, kita dapat memberikan simbol (misalnya seperti nama) pada penglihatan visual tersebut. Misalnya jika dikatakan kelinci, maka otak kanan akan mencari ilustrasi yang tepat untuk kelinci dipikiran kita.
Kalau hewan tidak punya kemampuan seperti itu. Mereka tidak punya kemampuan memberi nama atas sesuatu; tapi murni hanya kemampuan visual semata. Kucing, ular dan hewan lainnya itu saling mengingat dengan visual mereka didalam hati, bukan dengan nama. Yah, inilah salah satu kelebihan yang Allah berikan kepada keturunan Bani Adam.. :)
Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!”
Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana .”
Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini.” Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan ?”
(Qs Al Baqarah : 31 – 33)

2.   Indra Spasial / Ke-Ruang-an
Indra spasial ini membaut kita bisa melihat objek didalam pikiran. “Eye Mind” katanya. Ada dua macam indra spasial
1. Objek spasial yang memungkinkan bagi kita untuk ‘memutar2′ objek dalam pikiran kita. Manusia menggunakan potensi ini untuk membangun rumah, mendesain perhiasan, memperbaiki mobil, dan lain lain.
2. Navigasi spasial. Dengan kecerdasan navigasi spasial, hewan bisa mengetahui dimana dia berada ketika berada di lingkungan yang sangat luas; memastikan mereka tidak sedang tersesat dan tidak buta arah. Manusia menggunakan kemampuan ini untuk menemukan mobil mereka di tempat parkir raksasa, atau ketika di pusat perbelanjaan yang super besar. Secara simbolis kita menerjemahkan lokasi menjadi sebuah peta, menunjuk dengan jari, serta menggunakan lokasi dan nama jarak. Lebah, ternyata mencoba men-simbolisasi sumber makanan kepada temannya yang lain dengan tari tarian, ketika manusia cukup menyebutkan simbol tersebut dalam bentuk verbal “Dari wisma akhowat RI, lalu ke perempatan menuju masjid Al Ashri, belok kiri, terus saja, sebelum ada pertigaan disitu ada Warung Hasan disebelah kanan jalan, masakan khas Sumatera..” hehe.. Misalnya seperti itu.
3.   Irama
Hewan, berkomunikasi satu sama lain dengan mengeluarkan suara ditambah irama irama tertentu. Mereka mampu menganalisis melodi, interval, harmoni dan irama dari suara yang mereka terima. Manusia, dengan bantuan otak kirinya bisa membuat yang jauuhh lebih kompleks lagi.
4.   Indra Tubuh
Ada lagi kemampuan Indra tubuh. Karena otak itu ‘buta’ maka ia harus belajar tentang tubuh yang membawanya. Proprioception adalah salah satu indra tubuh yang menggunakan sensor pada otot untuk menginformasikan dimana posisi tungkai. Begini contohnya; jika seseorang lemah pada bagian ini, maka seorang pemain piano akan salah memperkirakan dimana jarinya akan mendarat, atau seseorang yang sedang senam tidak tahu dengan pasti dimana posisi tungkai kakinya. Biasanya amat berguna ketika berolah raga.
5.   Memori
Ternyata, (kata Stephen Holland) proses terjadinya memori ini masih belum banyak diketahui. Setidaknya, yang diketahui adalah proses memori terjadi di Temporal Lobus. Dan untuk Temporal lobus bagian kana, memorinya bersifat Visual dan suara suara non verbal (irama dan musik, bukan bahasa verLbaL). Ada beberapa macam memori,
1. Memori Wajah. Sejak kecil, kita sudah melihat banyak sekali jenis jenis wajah, dan otak mulai memperlajari bagaimanakah wajah ‘rata rata’ itu. Otak pun mengingat seseorang dengan lebih spesifik berdasarkan perbedaan mereka dari wajah rata rata. Hal sama terjadi juga sama hewan. Mungkin manusia kalau melihat sapi itu mukanya akan sama saja. Tapi kalau sapi, melihat teman2 nya akan berbeda2.
2. Memori Emosi adalah fitur spesial dari bagian depan Temporal Lobus. ia seperti memberi label emosi pada memori kita untuk membedakan mana memori yang lebih penting. Inilah ternyata salah satu dasar terjadinya trauma, phobia, prasangka2 yang bersifat rasis/kesukuan. Kalau hal ini menimpa kita ketika kecil, maka akan sulit sekali dihilangkan ketika dewasa
6.   Area Kreatif dan “Go” atau “Action” area
Jenis kreatif disini tergantung dari jenis talenta yang mana ia lebih kuat. Misalnya ada seseorang lebih kreatif dalam hal dance, atau mungkin seni, mungkin juga masalah musik, atau arsitektur.. macam macam.
Di area ini juga terdapat pusat “Go” atau “Action”; bersegera bergerak atau merealisasikannya. Inilah inti dari buku buku tulisan Pak Ippho Santosa. Salah satu himbauan beliau adalah, berpikir dengan otak kanan yaitu, segera laksanakan, action, tidak usah terlalu banyak mikir; Bagus sekali.
Banyak sekali dalam agama ini perintah untuk menyegerakan melakukan segala amal shalih dan kewajiban.. menyegerakan berbuka, menyegerakan menikah, menyegerakan melakukan kebaikan.. dan para nabi adalah orang orang yang paling bersemangat untuk melakukan kebaikan..
”Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang bersegera dalam mengerjakan berbagai macam kebaikan,” (Qs. Al Anbiya : [21] 90)
“Bersegeralah menuju ampunan dari Rabb kalian dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi dan dipersiapkan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imran: 133)
“Berlomba-lombalah kalian dalam kebaikan.” (QS. al-Ma’idah: 48)
Ibnu ‘Umar berkata, “Kalau engkau berada di waktu pagi jangan sekedar menunggu datangnya waktu sore. Kalau engkau berada di waktu sore jangan sekedar menunggu datangnya waktu pagi. Manfaatkanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Dan gunakanlah masa hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Bukhari. 6053, Kitab ar-Raqaa’iq
7.   Area Peng-hambat-an; NO area
Area ini terletak di bagian bawah Lobus Frontal. Tugasnya adalah menghambat area ‘Go” atau “action” diatas, untuk menyeimbangkan dan mencegah seseorang melakukan hal hal berbahaya. Inilah yang membantu kita belajar mana yang benar mana yang salah, mengedepankan hati nurani, dan belajar sopan santun.
jika area ini ‘lemah’ dan tidak berkembang dengan baik, maka akan tercipta manusia dengan kontrol diri yang rendah, bahkan anti sosail dan berperilaku kriminal;premanisme dan dapat membahayakan orang lain.
Sebaliknya jika area ini ‘kuat’, maka seseorang akan cenderung untuk menepis datangnya ide ide baru dan sugesti, sehingga menjadi pribadi yang over – pretected terhadap dirinya sendiri.
8.   Premotor area
Area ini, adalah area tempat kecerdasan gerakan gerakan yang melibatkan otot. Misalnya, belajar gerakan2 seperti dansa, gerakan mengayunkan raket, atau terampil mengocok kartu, dan gerakan gerakan semisal. Menariknya, keterampilan ini dapat dipelajari secara mental. Maksudnya dipelajari dengan membayangkan saa. Saya pernah dengar, ada seorang narapidana yang ketika dipenjara dia belajar bermain golf tanpa stik golf. Ketika ia keluar dari penjara, dia sungguh sungguh bisa bermain golf. Practicing mentally
Jika area ini kuat, maka seseorang dapat mempelajari gerakan gerakan yang kompleks dalam waktu yang singkat. Sedangkan jika area ini ‘lemah’ maka seseorang akan lambat belajar, dan butuh latihan yang lebih banyak.)
 
Ciri ciri otak kanan 
1.  Relational [Orientasi pada hubungan hubungan]
2.  Spacial [orientasi ruang dan bentuk/dimensi]
3.  Musical [kemampuan mengerti musik]
4.  Accoustic [Kemampuan Menyerap Bunyi]
5.  Holistic [Pandangan yang menyeluruh]
6.  Multiple [Kecenderungan Penggandaan]
7.  Artistic [Orientasi pada Keindahan]
8.  Symbolic [Orientasi pada simbol simbol]
9.  Imaginative [Kecenderungan berimajinasi]
10.    Simultaneous [Kecenderungan secara tetap]
11.    Continuous [Tindakan yang berlanjut]
12.    Emotional [orientasi pada otak emotional]
13.    Sensuous [Orientasi pada 'Rasa']
14.    Intuitive [Orientasi penggunaan intuisi]
15.    Creative [Orientasi pada kreatifitas]
16.    Minor-Quit [kecenderungan selalu bergerak]
17.    Timeless [tidak terikat dengan waktu]
18.    Spiritual [Orientasi pada kejiwaan]
19.    Divergent [Kecenderungan berbeda]
20.    Metaphoric [kemampuan pada hal tak kasat mata]
21.    Qualitative [Orientasi pada kualitas]
22.    Subjective [orientasi pada proses]
23.    Receptive [Orientasi pada sikap membuka diri]
24.    Horizontal [orientasi pada pemikiran menyamping]
25.    Synthetic [Kecenderungan Meniru]
26.    Concrete [Kecenderungan pada hal konkrit]
27.    Facial Recognition [kemampuan pengenalan tampilan]
28.    Comprehensive [Orientasi berfikir luas]
29.    Impulsive [kemampuan bertindak tanpa rencana]
30.    Ezistential [kemampuan menampilkan diri]
31.    Perception of Abstract pattern [persepsi pada pola pola abstract]
32.    Recognition of Complex Figure [Pengenalan pada pola yang kompleks]

0 komentar:

Posting Komentar