Selasa, 06 Desember 2011

Potensi Otak Kiri



Otak kiri merupakan salah satu kelebihan manusia dibandingkan hewan. Namun otak kiri yang terlalu mendominasi cenderung menjadikan manusia jauh dari ke-manusia-annya.
Apa saja yang termasuk kemampuan otak kiri?? Ini sedikit ringkasan mengenai potensi potensi otak kiri yang berhasil diteliti oleh manusia untuk sementara ini. Yang belum diketahui, kita yakin masih banyak.
1.   Suara yang berupa Bahasa
Di otak bagian ini, manusia punya kemampuan membedakan jenis suara yang sangat kompleks. Misalnya, kita bisa membedakan mana kata yang ‘sad’ mana kata ‘sat‘; membandingkan suara manusia satu dengan yang lain, membedakan murattal dari syaikh fulan atau yang lain, membedakan suara motor merk A dan B, bahkan mengetahui kondisi suatu mesin hanya dari mendengar suara saja.
2.   Penglihatan dan kemampuan Membaca
Penglihatan pada manusia terspesialisasi untuk membaca. Otak ini mempelajari susunan susunan garis yang kita sebut alfabet. Terkadang ada sebagian kecil orang yang mengalami gangguan pada bagian ini sehingga mengakibatkan mereka susah membaca dan menulis.  Lebih lanjut, seseorang yang terkena disleksia kesulitan untuk menyusun atau membaca kalimat dalam urutan terbalik tetapi juga dalam berbagai macam urutan, termasuk dari atas ke bawah, kiri dan kanan, dan sulit menerima perintah yang seharusnya dilanjutkan ke memori pada otak (sumber). Scan otak disleksia menunjukkan bahwa ada perbedaan pemrosesan informasi bila dibandingkan dengan otak orang normal (sumber). Tapi ‘tertimpa’ disleksia bukan akhir segalanya; karena Einstein, Steve jobs (iya, yang punya Apple, Inc. itu), Thomas Alva Edison, Leonardo da Vinci, John Lennon, Winston Churchill, Alexander Graham Bell, Michael Faraday, John F. Kennedy, Steven Spielberg, mereka itu orang orang yang terkena disleksia (Sumber).
3.   Pe-lafadz-an / Ejaan
Manusia memiliki kemampuan berfikir (didalam hati) dengan berbahasa; bahkan berfikir dengan bahasa asing. Dibagian otak ini ada bagian yang disebut dengan ”angular gyrus” yang berfungsi untuk mencocokan antara bunyi dengan huruf. Di bagian inipun merupakan bagian penting untuk pengucapan (spelling) atau makhroj.
4.   Tata Bahasa (Grammar)
Kecerdasan grammar merupakan kecerdasan spasial untuk masalah bahasa. Salah satu bentuk kecerdasan ini adalah kemampuan kita untuk membedakan bahwa anjing mengejar manusia itu berbeda artinya dengan manusia mengejar anjing. Jadi semacam kecerdasan menempatkan kata; menyusun kata kata.
5.   Hubungan Simbolis
Pada otak bagian Lobus Parietal, ada area kecerdasan spasial. Area lobus sebelah kiri akrab dengan simboL. Misalnya :
Kanan / Kiri. Jika dikatakan pada kita, coba letakkan kaki di sepatu sebelah kiri. Maka otak akan mencocokkan kata ‘kiri’ dengan bagian tubuh yang dimaksud. Lalu juga tentang melihat jam yang berupa lingkaran (bukan jam digital); Lobus parietal akan mencocokkan waktu dengan apa yang tampak pada jam. Lalu, dibagian ini juga ada kecerdasan untuk bidang matematika.
Urusan matematika ada di kedua bagian otak kanan dan kiri karena parietal lobus nya berkerja bersama ketika dihadapkan pada persoalan matematis. Namun, otak kiri akan bekerja lebih keras pada matematik Aljabar, (yang mirip sekali dengan grammar bahasa) dan sebaliknya otak bagian kanan akan lebih sibuk bekerja ketika matematika mulai masuk ke bab Geometri dan Aritmatika. Aritmatika sangat menyibukkan otak kanan karena simbol simbol perlu kemampuan visual – spasial ~>kerjaan otak kanan.
6.   Ide Kreatif
Ide kreatif versi otak kiri berbeda dengan otak kanan. Pada otak kiri, kecerdasannya berupa  kreativitas dalam hal menyusun kata, konsep dan mengurutkan simbol serta memori dalam sebuah pola (sequential) sehingga membuat kita bisa dengan baik memikirkan hal hal yang akan dikatakan. Seseorang yang otak kirinya berkembang degan baik memiliki ciri :
1.   Fasih dalam berbicara,
2.   Dapat menyusun kata kata, untuk menyampaikan ide dalam kata kata dengan baik dan tidak butuh waktu lama
3.   Baik dalam improvisasi pidato
4.   Cepat sekali memikirkan “apa yang harus dikatakan” (dadakan)
5.   Pandai membawa percakapan pada percakapan “cerdas” bukan “bicara gak mutu/sampah”
6.   Baik dalam berfilsafat dengan konsep-konsep abstrak

7.   Penghambatan dan Kekhawatiran
Lobus frontal bagian bawah dari otak ini bertugas untuk menghentikan orang dari melakukan hal hal yang mengundang masalah. Nah, khusus bagian kiri lobus ini, yang berhubungan erat dengan bahasa verbal, memiliki tugas untuk tidak mengatakan hal yang salah pada waktu yang salah. Area ini penting dalam hal ‘berbicara dalam hati’ dan KECEMASAN.
Jika area ini terlalu kuat, maka seseorang akan terlalu cemas sehinggga ia akan takut untuk melakukan sesuatu atau mengatakan sesuatu. Takut begini, begitu dan akhirnya tidak melakukan apa apa. Dan malu adalah salah satu mekanisme untuk menghindari masalah.
Jika ia kurang berkembang, atau mungkin cidera, seseorang mungkin berkata kata hal yang tidak pantas, seperti terlalu banyak bersumpah atau terlalu banyak berbicara. Tujuan bagian ini adalah untuk menge-rem seseorang dari masalah yang mungkin timbul dari lisannya. Menarik sekali..
1.   Area Premotor
Lalu ada bagian atas-kiri-depan yang berpotensi dalam hal merekam pola urutan (sekuensi). Lebih lanjut, area ini bertugas dalam hal2 :
1.   penggunaan alat alat, mengoperasikan suatu alat secara berurutan dengan tangan kanan
2.   Pemikiran logis, menyusun ide ide secara runtut
3.   Alasan ‘sebab’ dan ‘akibat’ yang merupakan dasar pemikiran ilmiah dan cara menganalisis
4.   Grammar: Berfikir, berbicara, dan menulis dengan bahasa tertentu
5.   Aturan ketika bermain games : bagaimana caranya bermain sebagaimana yang di perintahkan (namun banyak juga games seperti catur yang lebih menggunakan otak kanan)
6.   Kecenderungan mengikuti resep dan instruksi
7.   Kepekaan dan kepedualian terhadap waktu.

2.  Area Motorik
Jadi, otak bagian kiri memiliki tugas mengatur urusan motorik tubuh bagian kanan dan begitu juga sebaliknya; otak kanan mengatur urusan motorik tubuh bagian kiri. Karena otak kiri identik dengan bahasa verbaL, maka gagap, kemungkinan disebabkan oleh kebingungan otak kanan dan otak kiri; area motor dan premotor mencoba mengatur kemampuan bahasa.
(sumber)

Ciri-ciri otak kiri:
1.   Rasional [Orientasi pada hal yang sudah terjadi]
2.   Matematis [orientasi pada hal yang bisa dihitung]
3.   Analitis [kecenderungan menganalisa]
4.   Detailed [kecenderungan pada detail detail]
5.   Controlled [Kecenderungan mengontrol]
6.   Objective [orientasi pada tujuan akhir]
7.   Realistic [kecenderungan pada yang nyata]
8.   Dominant [Kecenderungan pada maksimalitas]
9.   Wordly [Kecenderungan pada hal hal jasmani]
10. Directed [Kecenderungan melakukan secara langsung]
11. Active [kecenderungan melakukan lebih dahulu]
12. Reading [Kemampuan Membaca]
13. Writing [Kemampuan menulis]
14. Naming [Kemampuan memberi identitas]
15. Sequential [Orientasi pada tahapan]
16. Ordering [Orientasi pada Perintah]
17. Abstract [Orientasi penggambaran pada bentuk]
18. Explicit [Kecenderungan pada ketegasan]
19. Verbal [kecenderungan secara lisan]
20. Successive [Kecenderungan berturutan]
21. Speech [Kemampuan berkata kata]
22. Differential [Kecenderungan keperbedaan]
23. Deductive [Kecenderungan Menyimpulkan]
24. Convergent [Kecenderungan menghimpun]
25. Discrete [Kecenderungan berciri lain]
26. Historical [Orientasi pada sejarah]
27. Eye [Orientasi pada indra penglihatan]
28. Western [Orientasi pada pola pikir barat]

0 komentar:

Posting Komentar