Otak kiri merupakan salah satu kelebihan manusia dibandingkan hewan. Namun otak kiri yang terlalu mendominasi cenderung menjadikan manusia jauh dari ke-manusia-annya.
Apa saja yang termasuk kemampuan otak kiri?? Ini sedikit
ringkasan mengenai potensi potensi otak kiri yang berhasil diteliti oleh
manusia untuk sementara ini. Yang belum diketahui, kita yakin masih banyak.
1. Suara yang berupa Bahasa
Di otak bagian ini, manusia punya
kemampuan membedakan jenis suara yang sangat kompleks. Misalnya, kita bisa
membedakan mana kata yang ‘sad’ mana kata ‘sat‘; membandingkan
suara manusia satu dengan yang lain, membedakan murattal dari syaikh fulan atau
yang lain, membedakan suara motor merk A dan B, bahkan mengetahui kondisi suatu
mesin hanya dari mendengar suara saja.
2. Penglihatan dan kemampuan Membaca
Penglihatan pada manusia
terspesialisasi untuk membaca. Otak ini mempelajari susunan susunan garis yang
kita sebut alfabet. Terkadang ada sebagian kecil orang yang mengalami gangguan
pada bagian ini sehingga mengakibatkan mereka susah membaca dan menulis.
Lebih lanjut, seseorang yang terkena disleksia kesulitan untuk menyusun atau
membaca kalimat dalam urutan terbalik tetapi juga dalam berbagai macam urutan,
termasuk dari atas ke bawah, kiri dan kanan, dan sulit menerima perintah yang
seharusnya dilanjutkan ke memori pada otak (sumber).
Scan otak disleksia menunjukkan bahwa ada perbedaan pemrosesan informasi bila
dibandingkan dengan otak orang normal (sumber). Tapi ‘tertimpa’ disleksia bukan
akhir segalanya; karena Einstein, Steve jobs (iya, yang punya Apple, Inc.
itu), Thomas Alva Edison, Leonardo da Vinci, John Lennon, Winston Churchill,
Alexander Graham Bell, Michael Faraday, John F. Kennedy, Steven Spielberg,
mereka itu orang orang yang terkena disleksia (Sumber).
3. Pe-lafadz-an / Ejaan
Manusia memiliki kemampuan berfikir
(didalam hati) dengan berbahasa; bahkan berfikir dengan bahasa asing. Dibagian
otak ini ada bagian yang disebut dengan ”angular gyrus” yang berfungsi
untuk mencocokan antara bunyi dengan huruf. Di bagian inipun merupakan bagian
penting untuk pengucapan (spelling) atau makhroj.
4. Tata Bahasa (Grammar)
Kecerdasan grammar merupakan kecerdasan
spasial untuk masalah bahasa. Salah satu bentuk kecerdasan ini adalah kemampuan
kita untuk membedakan bahwa anjing mengejar manusia itu berbeda artinya dengan
manusia mengejar anjing. Jadi semacam kecerdasan menempatkan kata; menyusun
kata kata.
5. Hubungan Simbolis
Pada otak bagian Lobus Parietal, ada
area kecerdasan spasial. Area lobus sebelah kiri akrab dengan simboL. Misalnya
:
Kanan / Kiri. Jika dikatakan pada kita,
coba letakkan kaki di sepatu sebelah kiri. Maka otak akan mencocokkan kata
‘kiri’ dengan bagian tubuh yang dimaksud. Lalu juga tentang melihat jam yang
berupa lingkaran (bukan jam digital); Lobus parietal akan mencocokkan waktu
dengan apa yang tampak pada jam. Lalu, dibagian ini juga ada kecerdasan untuk
bidang matematika.
Urusan matematika ada di kedua bagian
otak kanan dan kiri karena parietal lobus nya berkerja bersama ketika
dihadapkan pada persoalan matematis. Namun, otak kiri akan bekerja lebih keras
pada matematik Aljabar, (yang mirip sekali dengan grammar bahasa) dan
sebaliknya otak bagian kanan akan lebih sibuk bekerja ketika matematika mulai
masuk ke bab Geometri dan Aritmatika. Aritmatika sangat menyibukkan otak kanan
karena simbol simbol perlu kemampuan visual – spasial ~>kerjaan otak kanan.
6. Ide Kreatif
Ide kreatif versi otak kiri berbeda
dengan otak kanan. Pada otak kiri, kecerdasannya berupa kreativitas dalam
hal menyusun kata, konsep dan mengurutkan simbol serta memori dalam sebuah pola
(sequential) sehingga membuat kita bisa dengan baik memikirkan hal hal
yang akan dikatakan. Seseorang yang otak kirinya berkembang degan baik memiliki
ciri :
1. Fasih dalam berbicara,
2. Dapat menyusun kata kata, untuk
menyampaikan ide dalam kata kata dengan baik dan tidak butuh waktu lama
3. Baik dalam improvisasi pidato
4. Cepat sekali memikirkan “apa yang harus
dikatakan” (dadakan)
5. Pandai membawa percakapan pada
percakapan “cerdas” bukan “bicara gak mutu/sampah”
6. Baik dalam berfilsafat dengan
konsep-konsep abstrak
7. Penghambatan dan Kekhawatiran
Lobus frontal bagian bawah dari otak
ini bertugas untuk menghentikan orang dari melakukan hal hal yang mengundang
masalah. Nah, khusus bagian kiri lobus ini, yang berhubungan erat dengan bahasa
verbal, memiliki tugas untuk tidak mengatakan hal yang salah pada waktu yang
salah. Area ini penting dalam hal ‘berbicara dalam hati’ dan KECEMASAN.
Jika area ini terlalu kuat, maka
seseorang akan terlalu cemas sehinggga ia akan takut untuk melakukan sesuatu
atau mengatakan sesuatu. Takut begini, begitu dan akhirnya tidak melakukan apa
apa. Dan malu adalah salah satu mekanisme untuk menghindari masalah.
Jika ia kurang berkembang, atau mungkin
cidera, seseorang mungkin berkata kata hal yang tidak pantas, seperti terlalu
banyak bersumpah atau terlalu banyak berbicara. Tujuan bagian ini adalah untuk
menge-rem seseorang dari masalah yang mungkin timbul dari lisannya. Menarik
sekali..
1. Area Premotor
Lalu ada bagian atas-kiri-depan yang
berpotensi dalam hal merekam pola urutan (sekuensi). Lebih lanjut, area ini
bertugas dalam hal2 :
1. penggunaan alat alat, mengoperasikan
suatu alat secara berurutan dengan tangan kanan
2. Pemikiran logis, menyusun ide ide secara
runtut
3. Alasan ‘sebab’ dan ‘akibat’ yang
merupakan dasar pemikiran ilmiah dan cara menganalisis
4. Grammar: Berfikir, berbicara, dan
menulis dengan bahasa tertentu
5. Aturan ketika bermain games : bagaimana
caranya bermain sebagaimana yang di perintahkan (namun banyak juga games
seperti catur yang lebih menggunakan otak kanan)
6. Kecenderungan mengikuti resep dan
instruksi
7. Kepekaan dan kepedualian terhadap
waktu.
2. Area Motorik
Jadi, otak bagian kiri memiliki tugas
mengatur urusan motorik tubuh bagian kanan dan begitu juga sebaliknya; otak
kanan mengatur urusan motorik tubuh bagian kiri. Karena otak kiri identik
dengan bahasa verbaL, maka gagap, kemungkinan disebabkan oleh kebingungan otak
kanan dan otak kiri; area motor dan premotor mencoba mengatur kemampuan bahasa.
(sumber)
Ciri-ciri otak kiri:
Ciri-ciri otak kiri:
1. Rasional [Orientasi pada hal yang sudah
terjadi]
2. Matematis [orientasi pada hal yang bisa
dihitung]
3. Analitis [kecenderungan menganalisa]
4. Detailed [kecenderungan pada detail
detail]
5. Controlled [Kecenderungan mengontrol]
6. Objective [orientasi pada tujuan akhir]
7. Realistic [kecenderungan pada yang
nyata]
8. Dominant [Kecenderungan pada
maksimalitas]
9. Wordly [Kecenderungan pada hal hal
jasmani]
10. Directed [Kecenderungan melakukan
secara langsung]
11. Active [kecenderungan melakukan lebih
dahulu]
12. Reading [Kemampuan Membaca]
13. Writing [Kemampuan menulis]
14. Naming [Kemampuan memberi identitas]
15. Sequential [Orientasi pada tahapan]
16. Ordering [Orientasi pada Perintah]
17. Abstract [Orientasi penggambaran pada
bentuk]
18. Explicit [Kecenderungan pada ketegasan]
19. Verbal [kecenderungan secara lisan]
20. Successive [Kecenderungan berturutan]
21. Speech [Kemampuan berkata kata]
22. Differential [Kecenderungan
keperbedaan]
23. Deductive [Kecenderungan Menyimpulkan]
24. Convergent [Kecenderungan menghimpun]
25. Discrete [Kecenderungan berciri lain]
26. Historical [Orientasi pada sejarah]
27. Eye [Orientasi pada indra penglihatan]
28. Western [Orientasi pada pola pikir
barat]

0 komentar:
Posting Komentar